Pengertian Anemia – Gejala dan Penyebabnya

0
656
Image by Qimono/pixabay/anemia
Image by Qimono/pixabay/anemia
- Advertisement -

Anemia atau Kurang Darah adalah suatu kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah atau kondisi sel darah merah berada di bawah normal. Akibatnya, organ dalam tubuh tidak dapat cukup oksigen, kondisi ini menyebabkan penderita menjadi pucat dan mudah lelah.

Disebut anemia jika konsentrasi hemoglobin (Hb) kurang dari 13,3 g/dL atau hematokrit (Hct) kurang dari 41% pada laki-laki, dan konsentrasi Hb kurang dari 11,5 g/dL atau Hct kurang dari 36% pada perempuan. Anemia dapat terjadi sementara atau dalam jangka panjang.

Anemia yang terjadi dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan otak, jantung, dan organ lain dalam tubuh. Dalam kondisi tertentu, anemia dapat menyebabkan kematian. Penderita anemia dalam waktu lama bisa mengalami aritmia atau gangguan irama jantung. Aritmia ini dapat merusak jantung dan menyebabkan gagal jantung, sehingga berujung pada kematian.

Tidak hanya aritmia, kehilangan darah dalam waktu yang cepat juga dapat menyebabkan anemia berat sehingga berujung pada kematian akibat tubuh kekurangan cairan.

Gejala Anemia

Gejala anemia bervariasi, tergantung penyebabnya. Biasanya penderita anemia mengalami gejala berupa:

    • Sakit kepala dan pusing
    • Nyeri dada
    • Detak jantung tidak teratur
    • Napas pendek
    • Lemas dan cepat lelah
    • Kulit terlihat pucat atau kekuningan
    • Dingin di tangan dan kaki
Baca Juga: Jenis Sakit Kepala Yang Sering Terjadi

Penyebab Anemia

Kekurangan zat besi bisa terjadi terhadap siapa saja. Pada umumnya, anemia terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah yang disebabkan oleh defisiensi atau kurangnya zat besi dalam tubuh. Sehingga tubuh tidak mendapat cukup oksigen dan tidak berfungsi secara normal. Kekurangan HB seringkali tidak menunjukkan gejala yang spesifik, tapi secara garis besar, anemia terjadi akibat tiga kondisi berikut:

    • Kehilangan darah secara berlebihan akibat luka
    • Kurangnya produksi sel darah merah
    • Hancurnya sel darah merah yang terlalu cepat

Ada beberapa penyebab lain dari anemia yaitu:

  1. Kekurangan Zat Besi

Komponen utama dalam pembentukan sel darah adalah zat besi. Zat besi memiliki fungsi yang sangat penting, yaitu mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan dan mengangkut elektron di dalam proses pembentukan energi di dalam sel. Anemia dapat terjadi jika asupan zat besi tidak memadai dikarenakan makanan yang rendah kandungan vitaminnya.

2. Gizi Buruk

Tubuh membutuhkan vitamin, mineral, dan nutrisi agar bisa memproduksi sel darah merah dalam jumlah yang cukup. Perlu diketahui vitamin B12, zat besi dan asam folat serta mineral lainnya sangat diperlukan dalam proses produksi hemoglobin (Hb) dan sel darah merah. Kekurangan salah satu nutrisi tersebut akan menyebabkan anemia, ini dikarenakan sel darah merah tidak memadai.

3. Konsumsi Obat

Ada banyak obat yang memiliki efek samping dan menimbulkan anemia. Ini terjadi karena obat yang dikonsumsi menyebabkan hemolisis (kerusakan atau penghancuran sel darah merah) dan toksisitas (rusaknya suatu zat) sumsum tulang. Obat kemoterapi adalah salah satu obat yang paling sering menyebabkan anemia. Selain obat kemoterapi, beberapa obat transplantasi, obat malaria, obat kejang, obat HIV, antibiotik, obat antijamur, dan antihistamin juga menyebabkan seseorang mengalami anemia.

4. Masa Kehamilan

Saat hamil, jumlah cairan pada pembuluh darah akan meningkat sehingga darah menjadi lebih encer dan sel darah merah tidak akan meningkat secara signifikan. Kondisi inilah yang menyebabkan anemia pada ibu hamil. Bayi yang ada dikandungan juga berisiko terkena anemia.  Kasus anemia yang parah bisa membahayakan Ibu dan juga bayi nya. Setiap tahun, terjadi 500 ribu kematian Ibu pasca melahirkan di seluruh dunia, dan sebanyak 20-40% penyebab kematian tersebut adalah Anemia.

5. Akibat Penyakit Kronis

Setiap penyakit jangka panjang seperti infeksi kronis atau kanker bisa menjadi penyebab anemia. Ini dikarenakan adanya inflamasi maupun infeksi yang menyebabkan sistem imun tubuh menghasilkan protein sitokin (protein kecil) untuk mekanisme pertahanan. Namun, sitokin juga dapat mempengaruhi respon tubuh terhadap EPO (Eritropoietin) dan menghambat penyerapan zat besi dalam darah.

Apakah Anemia Dapat Diobati?

Pada kasus anemia ringan yang terjadi dalam jangka pendek dapat diobati, bahkan dapat mencegah beberapa jenis anemia dengan diet sehat atau dengan suplemen makanan. Jika memiliki tanda-tanda atau gejala anemia sebaiknya periksakan ke dokter. Agar mendapat penangan yang baik dan benar. Jika telat mendapatkan penanganan, maka akan berakibat pada kematian.

Share :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here