Hindari Obesitas Guys..

0
134
- Advertisement -

Apa sih obesitas itu?

Kalian sudah tahu belum sih apa itu obesitas? Yuk, kali ini kita akan membahas suatu penyakit dengan nama Obesitas, semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan sobat jamu semua yaa…

Obesitas adalah kondisi dimana tubuh mengalami penimbunan lemak, dikarenakan jumlah energi yang memasuki tubuh lebih banyak di bandingkan dengan pengeluaran atau pemakaian energi pada tubuh untuk aktifitas, atau dengan singkat dapat dikatakan makan lebih banyak dibandingkan dengan aktifitasnya.

Jika dibiarkan dalam waktu yang lama, lemak akan semakin menumpuk di dalam tubuh, dan membuat penderita mengalami Obesitas, sipenderita obesitas akan mengalami resiko-resiko kesehatan sampai dengan menurunnya harapan hidup si penderita, 

Terdapat satuan untuk mengukur tingkat obesitas sesorang, satuan yang ditetapkan oleh WHO (World Health Organization) dalam indeks sebagai berikut :

Dari table diatas adalah patokan atau definisi yang sering digunakan dan ditetapkan oleh WHO ( World health Organization), dan beberapa lembaga membuakan modifikasi dari table yang dipublikasikan oleh WHO pada tahun 2000, sedangkan para peneliti bedah membuat literatur membagi kegemukan dalam 3 kelas yaitu :

  • IMT ≥ 35 atau 40 disebut kegemukan berat.
  • IMT ≥ 35 atau 40–44.9 atau 49.9 disebut kegemukan morbid.
  • IMT ≥ 45 atau 50 disebut kegemukan super/ super obese.

Pastinya kalian bertanya, lalu cara menghitung indeks berat diatas itu bagaimana? Jadi cara menghitung indeks berat diatas adalah dengan membagi berat kalian dengan meter kuadrat atau IMT = berat badan / meter2. Mudah bukan cara menghitung indeks berat badan?

Penyebab Obesitas.

Obesitas atau kegemukan umumnya disebabkan oleh pola makan yang tidak sehat, termasuk juga pola hidup yang kurang baik, dan beberapa faktor-faktor lain yang menyebabkan naiknya kemungkinan seseorang mengalami Obesitas.

Obesitas pada dasarnya adalah penumpukan kalori secara berlebihan pada tubuh, penumpukan ini terjadi karena asupan kalori berlebihan tadi tidak digunakan untuk melakukan aktifitas, jadi kalori tidak dirubah menjadi energi oleh tubuh, melaikan kalori berlebihan tadi dirubah oleh tubuh untuk menjadi lemak sebagai cadangan energi, seiring berjalannya waktu lemak-lemak tadi menumpuk dan menambahkan berat badan yang mana berat badan berlebih dapat menyebabkan obesitas.

Maka dari itu ada baiknya kita hindari makanan dan minuman dengan kalori tinggi, selain itu, rajin dan rutin lah berolah raga agar tubuh aktif bergerak, yang akhirnya lemak atau cadangan tadi bisa terpakai oleh tubuh dengan cara merubahnya kembali menjadi energi.

Berikut dibawah adalah berbagai penyebab obesitas :

  1. Faktor genetis.

Adalah faktor keturunan yang merupakan penyumbang terbesar pemicu obesitas, anak yang orang tuanya mengalami obesitas memiliki resiko lebih terhadap obesitas dibandingkan dengan anak yang orangtuanya memiliki tubuh atau berat yang ideal.

2. Junk food.

Junk food adalah suatu jenis makanan yang memiliki kandungan lemak, minyak, garam dan gula dengan kadar yang tinggi. Ditambah lagi dengan bentuk dan wangi makanan junk food yang menggugah selera, kadang membuat kita lupa, bahwasannya kita sedang menumpuk lemak di dalam tubuh.

3. Kurang Olahraga.

Kurang olahraga ini sangat erat kaitannya dengan Obesitas, karena ketika kita kurang olahraga metabolisme tubuh akan melambat, dan kalori yang masuk ketubuh akan dirubah menjadi lemak karena kurangnya olahraga, jika kita rutin olah raga maka hal ini tidak akan terjadi, karena ketika tubuh banyak bergerak atau beraktifitas metabolisme tubuh akan cepat, dan itu berarti kalori yang masuk ke tubuh akan dibakar menjadi energi dan tenaga.

4. Kurang tidur.

Kurang tidur juga ada kaitannya dengan obesitas lho, ketika kita kurang tidur resiko obesitas akan meningkat hampir dua kali lipat dikarenakan efek hormon ghrelin yang akan meningkatkan rasa lapar atau nafsu makan, dan kurang tidur juga menjadikan hormon leptin menjadi sedikit produksinya, fungsi dari hormon leptin adalah untuk menekan rasa lapar atau nafsu makan.

5. Efek samping dari obat-obatan.

Ada beberapa obat yang mempunyai efek meningkatkan faktor resiko obesitas atau kenaikan berat badan, semisal obat untuk penghilang stress atau antidepresan, obat diabetes, dan obat-obatan yang berhubungan dengan jantung, karena biasanya obat-obatan jenis ini mengandung kandungan untuk menghambat beta (beta-blockers).

6. Faktor usia

Seiring makin bertambahnya umur, semakin juga bertambah resiko obesitas, karena makin bertambah umur juga menandakan metabolisme tubuh menurun, dan berkurangnya massa otot.

Mengatasi Obesitas.

Banyak cara yang dapat dilakukan ketika kita mengalami obesitas, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Mulailah dengan berolah raga,
  • Ganti pola makan yang tidak sehat dengan makan makanan sehat
  • Jauhi makanan dan minuman tinggi kalori, seperti gorengan dan jeroan
  • Rubahlah kebiasan dengan makan makanan sehat seperti memperbanyak buah dan sayuran
  • Hindari konsumsi alkohol
  • Berhenti merokok
  • Pola istirahat yang cukup pun dapat membantu mengatasi obesitas.

Menggunakan obat diet juga bisa menjadi alternatif, tapi jangan asal minum obat diet tanpa pengawasan profesional dalam hal ini dokter, jangan sampai kita meminum obat diet justru dapat melukai organ dalam tubuh kita, maka dari itu sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter.

Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan tubuh kita, karena obesitas sangat berbahaya dan banyak penyakit bermula dari obesitas, contohnya diabetes, jantung coroner, kolesterol dan lain-lain.

Konsultasikan keluhan anda dengan dokter terkait agar anda mendapatkan saran dan metode diet sesuai dengan kesehatan tubuh anda.

Sekian.

 

Share :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here