Kaum Milenial Jadi Mau Minum Jamu Setelah Baca Ini!!!

0
230
- Advertisement -

Sama seperti batik yang nyaris hilang ditelan era modernisasi, jamu juga bisa bernasib sama. Budaya minum jamu sekarang ini sudah nyaris hilang, khususnya di kalangan anak-anak muda. Seperti yang sudah sering kita saksikan diberbagai sisi kehidupan. 

Anak-anak muda kaum milenial lebih menyukai minum kopi, daripada minum jamu. Tak dapat dipungkiri bahwa mitos minum kopi telah ada sejak zaman kuno. Popularitas kopi telah mampu menciptakan kepercayaan dalam berbagai hal. 

Terutama, bagaimana kopi dapat mempengaruhi kesehatan dan kenikmatan.  Jutaan orang di dunia menemukan bahwa “kopi adalah gairah yang nyata”, sebuah sensasi kenikmatan dalam kehidupan sehari-hari dan sejarah membuktikan bahwa : 

  • Ahli kedokteran Al Razi menulis dalam dokumennya tahun 850-922 dan menyebut suatu minuman yang mempunyai ciri mirip kopi yang disebut “bunshum”. 
  • Diteruskan oleh ahli setelahnya yaitu  Ibnu Sina tahun 980-1037 yang menegaskan bahwa ada sesuatu biji yang bisa diseduh dan berkhasiat menyembuhkan penyakit perut.  
  • Wiliam H. Ukers menjelaskan dalam bukunya  All About Coffee tahun 1922, bahwa kata “kopi” mulai masuk ke dalam berbagai bahasa di Eropa sekitar tahun 1600-an, dari bahasa Arab yang berarti “qahwa”, atau dalam istilah Turki “kahveh”.

Walaupun tidak secara spesifik dengan sebutan “kopi” namun para ahli telah menyebutnya sebagai ‘biji-bijian” yang dapat diseduh dan berkhasiat. Kemudian, bagaimana dengan jamu? Apakah kopi itu jamu?

Sobat sehat …

Sesungguhnya jamu dan kopi itu sama. Dari bukti sejarah tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa  antara “Kopi” dan “Jamu” memiliki persamaan, keduanya memiliki kandungan alami yang ditemukan pada daun, biji atau buah-buahan yang terkandung dalam lebih dari 60 jenis tanaman yang berbeda. 

Tanaman kopi dan jamu itu diproses menjadi serbuk yang dapat dikonsumsi dengan cara diseduh, maupun dalam bentuk sediaan kapsul. Antara jamu dan kopi sama-sama memiliki sifat-sifat dasar yang tidak tidak dapat terbantahkan yaitu, sama-sama memiliki efek bagi kesehatan. 

Manfaat Kopi dan Jamu

Ilmuwan Karen S. Vaughan dalam artikel ilmiahnya berjudul Coffee Herbs, memberikan contoh analisa bahwa kopi dan jamu dengan jenis tanaman berbeda-beda. Dapat menurunkan kadar diabetes tipe 2 (dua) karena mengandung :

  • Magnesium, 
  • Potassium, 
  • Flavanonids, 
  • Chlorogenic acid, 
  • Vitamin E, 
  • Niasin 
  • Minyak esensial 
  • Kafein. 

Nah, sobat sehat cinta jamu

Sekarang kalian tinggal memilih, mau minum jamu yang bentuknya seperti apa? Seiring dengan kemajuan teknologi. Bentuk sediaan jamu beraneka ragam. Dari mulai cairan, kapsul, tablet, kaplet dan pil sudah tersedia dipasaran. 

Sebagai contoh, tanaman jahe yang berkhasiat untuk melancarkan pernafasan. Dapat dengan mudah kita mengolahnya  di rumah menjadi minuman untuk kesehatan dan kita bisa meminumnya seperti kopi. Seperti mengkonsumsi kopi, jamu yang kita minum juga dapat ditambahkan dengan bahan atau tanaman lain lain sesuai selera kita. Seperti dicampur dengan madu, susu atau gula sebagai pemanis. Atau jeruk atau buah-buahan lainnya sesuai selera.

Namun, untuk jamu dengan bentuk sediaan selain cairan. Hal  yang sangat penting dan perlu kalian pastikan terlebih dahulu sebelum mengkonsumsi.  Adalah, apakah jamu yang akan kalian konsumsi sudah mendapatkan ijin edar dari BPOM RI dan bersertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) atau belum? karena, saat ini banyak beredar produk-produk jamu yang justru tidak aman bagi tubuh kita. 

Produk-produk jamu yang tidak aman bagi tubuh kita adalah produk-produk yang mengandung BKO (bahan kimia obat). Produk-produk jamu yang mengandung BKO, berasal dari lokal maupun import. 

Sedangkan produk-produk jamu yang sudah memiliki ijin edar resmi dan sertifikat halal resmi tidak mengandung bko. Akan memberikan efek yang baik bagi kesehatan, efektif dan efisien bagi penyembuhan dan menjaga kesehatan seluruh keluarga serta aman dikonsumsi dalam jangka waktu lama. 

Negara kita dengan jumlah penduduk hampir 264 juta. Menjadi pasar yang potensial bagi perusahaan jamu luar negeri menjual produk-produknya di Indonesia. Sehingga, kita sebagai konsumen harus lebih waspada sebelum mengkonsumsi produk-produk jamu.  

Untuk memastikan, apakah produk yang akan kita konsumsi sudah memiliki ijin edar. Kalian dapat mengeceknya melalui https://cekbpom.pom.go.id/ sedangkan untuk mengecek produk halal melalui www.halalmui.org

Share :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here