Kenali Efek Samping Sebelum Mencoba Diet Ala IU

0
59
Photo by i yunmai on Unsplash
- Advertisement -

Memiliki tubuh yang ideal merupakan impian dari semua wanita. Bahkan tak jarang dari mereka mengikuti pola diet ekstrem yang banyak dilakukan oleh selebritis korea, salah satunya IU. 

Diet yang dijalani oleh IU ini ternyata sudah banyak memotivasi orang lain agar bisa memiliki tubuh langsing. Namun, apakah diet ini sehat dan cukup aman untuk dilakukan ? 

Apa Itu Diet IU ?

Bagi penggemar K-Pop, pasti sudah tidak asing dengan istilah diet IU. Diet yang dipopulerkan oleh penyanyi sekaligus aktris yang memiliki nama asli Lee Ji-eun ini diyakini sebagai salah satu metode diet yang cukup ampuh untuk menurunkan berat badan dengan cepat.

Diet ini bisa dibilang ekstrem dari segala hal, mulai dari menu, efek yang ditimbulkan bagi tubuh, hingga penurunan berat badan yang dihasilkan. Pola makan pada diet ini bisa dibilang sangat aneh, bagaimana tidak, dalam sehari IU hanya sarapan dengan 1 buah apel, untuk makan siang 2 buah ubi dan untuk malamnya hanya minum segelas susu protein. 

Diet ini biasanya dilakukan minimal 3 hari, sedangkan IU menjalaninya selama satu minggu. Hasilnya, ia dapat menurunkan berat badan hingga 5 kg dalam waktu satu minggu. Penurunan berat badan ini sebenarnya bukan keajaiban. Pasalnya, jumlah kalori yang masuk kedalam tubuh IU dalam sehari hanya sekitar 500 kalori saja. Sedangkan untuk wanita dewasa umumnya membutuhkan 1.500 – 3.000 kalori per harinya. 

Menurut para ahli gizi, diet ala IU ini sebenarnya boleh-boleh saja dilakukan. Asalkan dalam kurun waktu yang pendek. Dan jika dilakukan terus-menerus, diet dengan defisit kalori yang sangat jauh justru akan sangat membahayakan untuk tubuh. 

Adakah Efek Sampingnya ? 

Diet ala IU atau artis korea lainnya memang dikenal sangat ampuh untuk menurunkan berat badan dalam waktu singkat. Sebab diet ala artis korea tersebut, rata-rata bisa menurunkan berat badan 5-7 kg hanya dalam hitungan minggu saja. Meskipun hasil yang didapat sangat memuaskan, namun perlu kamu ketahui bahwa diet ekstrem ini bisa menimbulkan beberapa risiko. Seperti : 

    • Risiko Jangka Pendek 
    • Mual 
    • Pusing 
    • Dehidrasi 
    • Konstipasi 
    • Letargi (lemas, lesu dan tidak bertenaga) 
    • Hilangnya selera makan 
    • Nafas bau 

Jika kamu melakukan diet ala IU ini dalam jangka waktu yang panjang, maka tubuh akan kekurangan karbohidrat dan memberikan efek yang lebih parah. 

    • Berat badan akan mengalami efek yoyo (naik-turun secara drastis dan terus-menerus) 
    • Gangguan pencernaan 
    • Kolesterol tinggi, 
    • Gangguan fungsi ginjal 
    • Osteoporosis 

Hal lain yang perlu kamu ketahui sebelum melakukan diet ala IU ini adalah kurangnya asupan protein dalam tubuh. Dalam menu diet ala IU, satu-satunya protein yang didapat hanya dari susu protein. 

Sebenarnya ada banyak sumber protein yang bisa kamu dapat dari alam, baik itu protein hewani atau nabati yang bermanfaat untuk tubuh. Protein merupakan pondasi penting untuk pembentukan otot, enzim kulit dan hormon dalam tubuh. Ketika pola makan kamu bermasalah maka kamu akan mengalami kekurangan protein dan menyebabkan beberapa masalah kesehatan seperti : 

    • Edema (pembengkakan pada bagian tubuh tertentu, misalnya perut).  
    • Pengurangan massa otot. 
    • Timbunan lemak di hati .
    • Merusak kepadatan tulang.

Saat tubuh kekurangan protein, maka akan timbul gejala-gejala, salah satunya nafsu makan jadi meningkat. Jika saat ini kamu sedang menerapkan pola diet ala IU dan belakangan ini ingin terus mengkonsumsi makanan gurih, itu tandanya tubuh kamu sedang kekurangan protein.  

Baca juga :


Sumber : 

Share :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here