Jenis Sakit Kepala Yang Sering Terjadi

0
526
Headache (picture by pexels/brucemars)
Headache (picture by pexels/brucemars)
- Advertisement -

Sakit kepala merupakan penyakit yang sangat umum terjadi dan setiap orang pernah mengalaminya. Secara medis sakit kepala dikenal dengan nama cephalalgia adalah suatu kondisi dimana terdapat rasa sakit dan tidak nyaman di dalam kepala. Sakit kepala bisa muncul secara tiba-tiba. Banyak yang menganggap sepele sakit kepala. Karena biasanya, hanya dengan istirahat yang cukup rasa sakit bisa mereda.

Apa Pemicu Yang Menyebabkan Sakit Kepala ?

Kondisi sakit kepala yang terasa di bagian belakang leher atau punggung bagian atas ialah gejala dari salah satu penyakit tertentu. Selain kemungkinan adanya penyakit tertentu, penyebab sakit kepala lainnya bisa terjadi karena adanya traksi atau penarikan, perpindahan, peradangan, spasme (kejang/kaku) dari pembuluh darah, atau distensi dari struktur di kepala atau leher yang sensitif terhadap rasa nyeri.

Sakit kepala ringan bisa diatasi dengan minum obat pereda sakit, minum air putih yang cukup dan banyak istirahat. Namun, ada beberapa sakit kepala yang perlu mendapat penanganan lebih dikarenakan kondisi ini dapat membahayakan nyawa.

Jenis Sakit Kepala Yang Sering Terjadi

Perlu diketahui, jenis sakit kepala terbagi menjadi tiga kategori, yaitu:

  1. Sakit kepala primer
  2. Sakit kepala sekunder
  3. Nyeri saraf cranial (cranial neuralgia)

Berdasarkan penyebab, sakit kepala kronis primer yaitu sakit kepala yang terjadi tanpa adanya penyakit lain yang memicu sakit kepala, sedangkan sakit kepala kronis non primer yaitu sakit kepala kronis yang disebabkan karena adanya penyakit lain seperti infeksi, peradangan atau gangguan pembuluh darah otak, tumor otak, cedera dan gangguan tekanan pada otak.

Migrain atau sakit kepala sebelah merupakan salah satu jenis sakit kepala yang banyak dikeluhkan. Migrain termasuk kedalam jenis sakit kepala primer. Serangan sakit kepala sebelah terasa lebih menyiksa dan terkadang muncul tiba-tiba. Penderita migrain akan merasakan nyeri dan berdenyut yang disertai dengan gangguan saluran cerna seperti mual dan muntah. Bahkan penderita migrain cenderung lebih sensitif terhadap suara, cahaya dan bau-bauan. Kondisi ini sangat mengganggu dan bisa menghambat aktivitas penderita.

Gejala yang dialami para penderita sakit kepala primer bisa disebabkan karena faktor gaya hidup, speerti :

  • Makanan tertentu, misalnya daging olahan yang mengandung nitrat

Nitrat dengan konsentrasi di atas 10 mgN/liter, maka nitrat akan bersifat racun pada bayi hewan, termasuk juga manusia yang dapat menyebabkan masalah serius dan bahkan dapat menyebabkan kematian.

  • Melewatkan makan
  • Minum alkohol
  • Perubahan waktu tidur atau kurang tidur
  • Stres berat
  • Postur tubuh yang buruk

Beberapa jenis sakit kepala lainnya yang sering terjadi antara lain:

  1. Sakit kepala berulang (rebound headaches)

Sakit kepala berulang atau rebound headaches terjadi dikarenakan akibat dari penggunaan obat nyeri berlebihan atau dalam jangka waktu yang lama untuk mengobati migrain yang dihentikan tiba-tiba, yang memiliki kemungkinan akan memicu sakit kepala berulang.

2. Sakit kepala tegang (tension headache)

Sakit kepala tegang atau tension headache merupakan kondisi yang paling sering dialami seseorang, tapi pada umumnya lebih sering terjadi pada wanita. Rasa sakit ini terjadi pada seluruh kepala. Ada beberapa factor yang menjadi pemicu munculnya tension headache, salah satunya stress atau tekanan secara fisik maupun mental.

3. Sakit kepala cluster

Berbeda dengan tension headachae, sakit kepala cluster lebih sering terjadi pada pria dibandingan pada wanita. Sakit kepala cluster terasa sakit di salah satu sisi daerah mata dan biasanya akan kambuh pada malam hari di sisi yang sama. Pria dengan rentan usia 20-25 tahun yang memiliki kebiasaan merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, dan menggunakan obat nitroglycerin (jenis obat pereda nyeri) dapat meningkatkan risiko terkena sakit kepala cluster.

Baca Juga:

Kapan Harus Ke Dokter?

Berikut ini adalah beberapa kondisi yang harus diperiksakan ke dokter:

  1. Tidak mempan diobati
  2. Sulit bicara
  3. Demam dan kaku pada leher
  4. Gangguan penglihatan
  5. Merasa mual, muntah dan peka terhadap cahaya atau suara
  6. Terasa sakit secara tiba-tiba setelah melakukan aktivitas tertentu
  7. Menjadi lebih parah ketika berganti posisi

Jika sakit kepala atau nyeri yang dirasakan pada bagian kepala sebelah kanan atau keseluruhan semakin parah, sebaiknya segera periksakan ke dokter. 

Share :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here