Efek Samping Minum Kopi

0
607
Kopi (credit: pexels/KevinMenajang)
Kopi (credit: pexels/KevinMenajang)
- Advertisement -

Minuman hasil seduhan dari biji kopi ini menjadi salah satu minuman paling popular di dunia. Kopi banyak dikonsumsi dari berbagai kalangan masyarakat, bahkan kedai kopi saat ini sudah banyak dijumpai

Dinilai dapat meningkatkan mood dan metabolisme tubuh, namun minuman popular satu ini mengandung kafein yang memiliki efek samping negatif dan positif bagi kesehatan, sehingga perlu diwaspadai. Minum kopi tidak akan menimbulkan efek samping jika kopi yang diminum dalam jumlah sedang, bahkan minum kopi bisa memberikan efek yang baik bagi tubuh dalam jangka panjang. Tapi jika mengonsumsi kopi dalam dosis yang tinggi atau berlebihan, maka akan mengalami efek samping yang negatif.

Apa Saja Efek Samping Kopi?

Bagi para pecinta kopi, rasanya bukan hal asing lagi jika mengonsumsi kopi dalam kondisi apapun tanpa memperhatikan kesehatan. Kebanyakan orang lebih suka sarapan dengan ditemani secangkir kopi hangat atau minum kopi saat perut kosong.

A) Efek Positif Kopi
    • Membantu mencegah penyakit Alzheimer dan Parkinson

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa meminum kopi secara rutin bermanfaat mencegah seseorang terkena penyakit Alzheimer dan Parkinson. Penyakit ini merupakan jenis penyakit otak yang menyebabkan seseorang mengalami demensia  (pikun). Memiliki tanda dan gejala yang hampir sama pada masa awal perkembangannya, namun kedua penyakit ini berbeda.

Pada kasus Alzheimer, minum kopi dapat menurunkan pembentukan beta-amyloid di otak, yang merupakan penyebab terjadinya Alzheimer. Di usia 30 – 50 tahun seseorang dianjurkan minum kopi karena dapat mencegah terjadinya gangguan memori atau terkena penyakit Alzheimer.

Sedangkan pada kasus Parkinson, diketahui zat kafein dalam kopi dapat mencegah terjadinya degenerasi pada neuron dopaminergik di otak dan dapat menurunkan risiko terkena Parkinson.

    • Membantu meredakan sakit kepala

Kandungan kafein kopi dapat membantu meningkatkan efek obat yang berfungsi menghilangkan rasa sakit sementara. Banyak dari obat sakit kepala yang mengandung kafein dalam jumlah kecil.

Baca Juga: Jenis Sakit Kepala Yang Sering Terjadi
    • Membantu mengurangi risiko terkena batu empedu

Minum 1 – 2 cangkir kopi membantu mencegah terjadinya batu empedu. Hal ini dikarenakan kafein yang terkandung dalam kopi dapat berkontribusi terhadap kontraksi kandung empedu.

    • Antioksidan tinggi

Kopi mengandung senyawa antioksidan tinggi yang mampu meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit-penyakit seperti rematik, kanker, dan menghambat proses penuaan dini yang disebabkan oleh radikal bebas.

    • Diuretik yang baik

Kafein pada kopi dapat meningkatkan produksi urin yang menyebabkan seseorang lebih sering buang air kecil. Hal ini baik untuk membantu tubuh membuang semua zat yang sudah tidak diperlukan lagi oleh tubuh.

B) Efek Negatif Kopi
    • Insomnia

Kopi bisa membuat seseorang sulit tidur, ini dikarenakan kafein belum larut sepenuhnya di dalam tubuh. Kafein membutuhkan waktu sekitar 5 – 7 jam untuk menghilang dari tubuh. Namun efek minum kopi juga tergantung pada tingkat sensitivitas dan metabolisme seseorang. 

    • Merusak gigi

Kebanyakan para pecinta kopi pasti memiliki warna gigi yang berbeda dari orang yang tidak suka minum kopi. Selain menyebabkan gigi menjadi kuning, kopi juga menyebabkan karang gigi bila dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.

    • Gangguan jantung

Jika tidak dikonsumsi secara berlebihan, kopi tidak akan menyebabkan jantung berdetak kencang, tidak teratur dan sampai menyebabkan kejang. Namun kafein pada kopi lah yang mempengaruhi jantung. Walaupun bukan menjadi penyebab utama mengalami gangguan jantung, tetapi mengonsumsi kafein akan memperparah kondisi seseorang yang memiliki riwayat sakit jantung.

Baca Juga: Mengapa Kacang Almond Baik Untuk Jantung dan Kecantikan?
    • Gangguan pencernaan

Orang yang mengonsumsi minuman berkafein pastinya menjadi lebih sering merasakan sakit perut. Hal ini terjadi ketika minuman mengandung kafein dikonsumsi pada kondisi perut kosong. Kandungan kafein pada kopi dapat mengiritasi lapisan usus kecil, dapat menyebabkan perut kram, kejang perut, menjadi sering sembelit dan diare.

    • Menyebabkan inkontinensia

Inkontinensia adalah kondisi ketika seseorang sulit menahan buang air kecil, yang pada umumnya sering dialami oleh wanita dibandingkan dengan pria. Kafein merupakan salah satu penyebab seseorang mengalami inkontinensia.

    • Berisiko pada pengidap diabetes

Kafein bisa dikatakan tidak sehat bagi penderita diabetes tipe 2. Sebuah studi yang dilakukan oleh American Diabetes Association menunjukkan bahwa minum empat cangkir atau lebih kopi dalam sehari akan meningkatkan kadar gula darah pada mereka yang menderita diabetes tipe2. Ini menandakan kopi berisiko untuk penderita diabetes.

    • Sakit kepala

Walaupun kafein dapat meringankan gejala sakit kepala, namun jika mengonsumsi kafein dalam jumlah yang berlebihan maka dapat menyebabkan sakit kepala dan menyebabkan seseorang migrain.

    • Berisiko pada ibu hamil

Konsumsi kopi berlebih menyebabkan dampak buruk bagi ibu hamil dan janin. Sebuah penelitian menyebutkan adanya risiko keguguran pada ibu yang mengonsumsi lebih dari 200 mg kafein per hari. Tidak hanya keguguran, tetapi akan menyebabkan ibu hamil mengalami refluks asam lambung, anemia, mempengaruhi detak jantung bayi, dan bayi lahir dengan berat badan rendah. Selain kopi, kafein juga terdapat pada minuman dan makanan seperti coklat, minuman ringan dan teh.


Barista (credit: pexels/porapak)
Baca Juga: 10 Manfaat Minum Kopi Bagi Wanita

Perlu diingat, pengaruh kafein akan berbeda pada setiap orang. Selalu batasi konsumsi kopi setiap hari, untuk menjaga kesehatan tubuh. Apabila kamu mengalami efek samping kopi yang terasa mengganggu, sebaiknya hentikan konsumsi kopi dan segera berkonsultasi ke dokter.

Share :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here