- Advertisement -

Siapa saja pernah mengalami yang namanya “demam”. Demam adalah suatu keadaan ketika suhu tubuh melebihi angka 37°C yang disebabkan oleh penyakit atau peradangan. Demam merupakan bagian dari proses kekebalan tubuh yang sedang melawan infeksi akibat bakteri atau virus. Selain itu, demam juga bisa terjadi pada kondisi hipertiroidisme (kondisi ketika kadar hormon tiroksin di dalam tubuh sangat tinggi), arthritis atau karena penggunaan beberapa jenis obat-obatan termasuk antibiotik. Kenaikan suhu tubuh akibat obat ini disebut dengan demam obat atau drug fever.

Terkadang demam memang mengkhawatirkan, tapi tidak semua demam tinggi menandakan adanya penyakit yang serius. Namun, demam yang terjadi lebih dari 3 (tiga) hari, bisa saja merupakan malaria atau penyakit yang disebabkan oleh nyamuk.

Gejala Demam

Gejala yang ditimbulkan akibat demam berbeda, tergantung pada penyebab demam itu sendiri. Gejala yang sering dialami antara lain :

    • Batuk-batuk
    • Sakit tenggorokan
    • Sakit kepala
    • Dehidrasi
    • Sakit pada telinga
    • Berkeringat dingin
    • Menggigil
    • Sakit pada otot
    • Kehilangan selera makan
    • Diare dan muntah-muntah
    • Merasa kelelahan

Perlu diketahui, tidak semua gejala demam disebabkan penyakit yang ringan, seperti flu. Ada gejala yang harus diwaspadai seperti :

1. Demam tinggi secara mendadak

Demam tinggi mendadak berbeda dengan demam biasanya, hal ini disebabkan oleh penyakit demam berdarah (DBD). Demam ini dapat mencapai 40 derajat celcius. Penyakit demam berdarah terjadi akibat adanya gigitan nyamuk Aedes Aegypti  (jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue) dan Aedes Albopictus yang dikenal sebagai nyamuk macan Asia atau nyamuk hutan, nyamuk ini dapat membawa virus zika dan dianggap sebagai vektor potensial untuk penularan Zika di antara manusia.


Virus Zika merupakan jenis virus dari flaviviridae dan genus flavivirus yang sebarkan nyamuk Aedes Aegypti menyebabkan sakit ringan kepada manusia yang dikenal sebagai demam zika atau penyakit zika.


2. Demam yang hilang timbul

Demam ini biasa juga disebut sebagai demam malaria. Malaria merupakan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk dari manusia dan hewan lain yang disebabkan oleh protozoa parasit (sekelompok mikroorganisme bersel tunggal) dalam tipe Plasmodium.

Gejala demam malaria biasanya hilang timbul (paroksismal). Sekilas gejala demam ini mirip seperti flu. Namun, biasanya demam paroksismal ditandai dengan tubuh kedinginan (menggigil) hingga suhu tubuh mencapai 40°C, nyeri otot, sakit kepala, berkeringat, mual dan muntah.

3. Demam dengan nyeri sendi hebat (arthralgia)

Kondisi ini disebut dengan Chikungunya, yaitu jenis penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Penderita akan merasakan nyeri sendi hebat dan berlangsung selama beberapa hari atau sampai berminggu-minggu seiring berkembangnya virus di dalam tubuh.

Ada beberapa gejala lain yang menyertainya, antara lain:

    • Kelelahan
    • Ruam pada sendi yang terasa nyeri
    • Mual dan muntah
    • Sakit kepala

Penyebab Demam

Gejala yang menyertai demam tergantung pada penyebab demam itu sendiri. Selain disebabkan berbagai macam infeksi virus dan bakteri seperti sakit tenggorokkan, tifus, keracunan makanan, infeksi saluran kemih, cacar air, meningitis, dan disentri. Demam juga bisa disebabkan karena faktor berikut ini :

  • Kelelahan atau berdiri terlalu lama dibawah sinar matahari
  • Infeksi akibat gigitan nyamuk seperti demam berdarah, malaria atau chikungunya
  • Konsumsi obat-obatan seperti antibiotik, antidepresan dan antihipertensi
  • Penyumbatan pembuluh darah, dapat terjadi reaksi peradangan sehingga akan menyebabkan demam
  • Pasca imunisasi, misalnya setelah menerima vaksin pneumokokus atau vaksin tuberkulosis
    • Vaksin Pneumokokus, adalah vaksin yang berisi protein konjugasi atau pembentukan molekul tertentu pada protein rumit, yang bertujuan mencegah penyakit akibat infeksi bakteri Streptococcus pneumonia atau lebih sering disebut kuman pneumokokus
    • Pemberian Vaksin Tuberkulosis (TB) adalah hal yang wajib diberikan kepada bayi yang baru lahir di usia satu sampai dua bulan. Idealnya, setiap orang Indonesia harus mendapat vaksin TBC untuk mencegah penularan tuberkulosis di Indonesia yang tingkat kasus TBC nya masih cukup tinggi.
  • Kanker, misalnya kanker hati, leukemia, dan kanker paru-paru

Mengukur Demam

Memeriksa demam dapat dilakukan sendiri di rumah dengan menggunakan alat pengukur demam yaitu thermometer. Tempat yang paling baik untuk memeriksa suhu badan adalah pada bagian dubur dan di bawah lidah, atau dengan menggunakan termometer telinga. Temperatur atau suhu yang paling akurat terletak pada ketiak. Ada baiknya dicoba pada bagian tersebut.

Bagaimana Cara Penanganan Pada Demam ?

Penanganan demam tinggi atau yang lebih parah bisa menggunakan beberapa obat-obatan penurun panas. Jika demam tidak berangsur turun dan mengalami gejala seperti:

    • Muntah-muntah secara terus-menerus
    • Muncul bercak kemerahan pada kulit
    • Demam terjadi selama 7 hari lebih
    • Suhu badan diatas 38°C
    • Leher terasa kaku
    • Mata menjadi sensitif terhadap cahaya
    • Mudah mengantuk
    • Dan merasa sesak napas

Sebaiknya periksakan segera mungkin pada dokter, agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan. Karena demam bisa saja menyebabkan kematian, bila tidak ditangani dengan cepat dan benar.

Baca Juga:

- Waspada Demam Berdarah (DBD) Mengintai di Musim Hujan
- Waspadai Penyakit Yang Muncul Ketika Banjir
- Mirip Dengan Flu, Kenali Gejala Hepatitis A
- Jenis Sakit Kepala Yang Sering Terjadi
- Atasi Demam Dengan 6 Bahan Herbal Ini
Share :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here