Cara Sederhana Detoksifikasi Tubuh Pasca Lebaran

0
67
Image by Matthias Böckel from Pixabay
- Advertisement -

Kurang lengkap rasanya kalau saat lebaran tidak makan opor, gulai, semur daging, rendang, dsb. Meski lezat, namun menu-menu yang menjadi ciri khas saat lebaran dikenal mengandung banyak lemak dan kalori yang tinggi. Jika dikonsumsi terlalu sering dan dalam porsi yang banyak, maka tubuh akan bekerja dengan keras untuk mencernanya. Terlebih jika mengkonsumsinya tidak dibarengi dengan mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran, maka perut akan terasa sangat kenyang dan begah. 

Saat perut kenyang dan begah, maka akan membuat tubuh menjadi mudah lelah. Nah, disaat kondisi seperti ini yang membuat tubuh mudah terserang virus yang menyebabkan penyakit. Untuk mencegahnya, yang perlu dilakukan yaitu mendetoks tubuh untuk mengurangi tumpukan lemak yang bisa menimbulkan risiko penyakit kolesterol. Untuk itu Cintajamu.id akan memberikan beberapa cara mendetoks tubuh secara tepat. 

Banyak Minum Air 

Selain untuk menghilangkan haus, air juga membantu mengeluarkan limbah yang mengendap di ginjal, usus, dan hati. Selain itu juga air mampu meningkatkan sirkulasi tubuh, limbah yang sudah tersaring tersebut kemudian dikeluarkan saat buang air kecil, keringat atau nafas. Untuk itu pastikan setidaknya kamu minum delapan gelas air dalam sehari. 

Perbanyak Makan Sayur dan Buah 

Sayuran dan buah mengandung banyak serat yang membantu tubuh untuk mengeluarkan sisa-sisa limbah dan zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh. Agar saluran pencernaan kamu tetap lancar maka perbanyak makan-makanan yang mengandung banyak serat seperti buah-buahan, sayur-sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian setiap hari. 

Kurangi Asupan Gula dan Makanan Olahan (Cepat Saji)

Gula dan makanan olahan diyakini sebagai pemicu utama munculnya penyakit-penyakit kronis. Terlalu sering makan-makanan yang manis dan olahan dikaitkan dengan obesitas, diabetes, kanker, hingga penyakit jantung. Penyakit-penyakit tersebut menghambat kemampuan tubuh untuk mendetoksifikasi secara alami dengan merusak organ-organ yang memiliki peran penting seperti hati dan ginjal. Misalnya, terlalu banyak mengkonsumsi makanan atau minuman manis bisa menyebabkan penumpukan lemak pada hati, dan berdampak negatif pada fungsi hati. 

Konsumsi Makanan yang Mengandung Antioksidan 

Antioksidan melindungi sel-sel dalam tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Radikal bebas bisa terbentuk secara alami di dalam tubuh atau dari luar tubuh.  Radikal bebas yang terbentuk alami di dalam tubuh dihasilkan dari proses pencernaan makanan. Sedangkan radikal bebas dari luar tubuh disebabkan dari asap rokok, dan polusi. Radikal bebas yang tidak bisa diproses oleh tubuh bisa memicu munculnya penyakit berbagai penyakit kronis, seperti kanker hingga penyakit jantung. 

Untuk itu kamu perlu mengkonsumsi cukup makanan yang mengandung antioksidan tinggi setiap harinya untuk menangkal radikal bebas. Makanan yang mengandung antioksidan tinggi seperti buah-buahan (apel, anggur, jeruk, pisang, mangga, nanas, pepaya, sukun dan pepaya), sayur-sayuran (tomat, kubis merah, pete, ubi merah, asparagus dan brokoli), dan kacang-kacangan (kenari, almond dan pecan) . 

Kurangi Asupan Garam 

Untuk sebagian orang, detoksifikasi merupakan cara untuk mengeluarkan kelebihan air dalam tubuh. Mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak garam bisa menyebabkan tubuh menahan cairan berlebih, terutama jika Anda memiliki kondisi yang dapat mempengaruhi ginjal dan hati atau tidak cukup minum sir. 

Penumpukan cairan yang berlebih bisa menyebabkan perut menjadi kembung dan terasa begah. Maka dari itu, kurangi asupan garam dan perbanyak minum air. Banyak minum air bisa mengurangi sekresi hormon antidiuretik dan meningkatkan intensitas buang air kecil.  

Istirahat yang Cukup 

Waktu tidur yang cukup dan berkualitas setiap malam bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Saat tidur tidak hanya mengistirahatkan tubuh saja namun mengistirahatkan otak dan menghilangkan limbah beracun yang telah menumpuk setelah seharian. Saat Anda kurang tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup, maka tubuh tidak akan mempunyai waktu yang cukup untuk menjalankan fungsi-fungsinya itu. Sehingga racun yang menumpuk dalam tubuh dapat mempengaruhi kesehatan. Kurangnya istirahat yang cukup dikaitkan dengan masalah kesehatan jangka pendek dan masalah kesehatan jangka panjang. Mulai dari stress hingga obesitas. Pastikan Anda mendapatkan waktu tidur yang berkualitas setidaknya 7-8 jam sehari. 

Baca juga :


Sumber :

Share :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here